Photobucket Weblog ini dibuat semata2 hanya untuk pribadi, bertujuan untuk Berbagi imajinasi,Kreasi, dan Pengetahuan, yok... kita berkarya dan berbagi ilmu bersama meski sedikit ilmu namun berguna bagi bersama
  • Home 1
  • Bisnis
  • Contact
  • TV
  • Log In
  • Jumat, 19 Agustus 2011

    Instalasi Regulator Fullwave Honda Tiger

    Kalo mau di-posting satu-satu modifikasi fullwave (biasa disingkat “FW”), bakal nggak muat blog ini karena begitu bejibun tipe motor yang beredar di sini :D

    Prinsip dasarnya sama … pada alternator fullwave, spul/kumparan/koil pada stator untuk pengisian (charging) nggak boleh ada SATU BAGIAN PUN dari kawat kumparan yang terhubung ke ground/massa/rangka/bodi (floating ground). Jadi, kedua ujung kumparan musti nancap langsung ke regulator FW sebagai input listrik.

    Catatan: yang nggak tau apa itu ALTERNATOR … alternator adalah “pembangkit listrik” yang mengubah energi gerak (kinetis) menjadi energi listrik — Ada juga yang nyebut “Generator (AC)” atau “(AC) Magneto”, karena emang menghasilkan arus AC (Alternating Current, atau arus bolak-balik, kayak listrik PLN). Biasanya putaran rotor (bagian dari alternator) mengikuti putaran mesin, karena memang terpasang pada as mesin :D

    Pada fullwave, nggak ada kumparan yang terhubung ke ground/massa

    Setelah berhasil mengubah alternator ke tipe fullwave (kebanyakan dari halfwave ke fullwave 1-phase), Rectifier/Regulator pun (atau disingkat R/R atau “Regulator” tok, atau kebiasaan dikenal KIPROK — meski kurang pas :D ) musti diganti dengan regulator untuk kelistrikan fullwave. Karena regulator yang umum dipakai adalah regulator Honda Tiger, jadi di artikel ini kita pakai regulator Honda Tiger sebagai acuan :) Mau pakai regulator lain, silahkan, asalkan regulator tersebut didesain untuk kelistrikan fullwave

    Catatan: yang nggak tau apa itu RECTIFIER/REGULATOR … R/R adalah perangkat yang mengubah listrik AC (Alternating Current = arus bolak-balik) dari alternator, menjadi listrik DC (Direct Current = arus searah) — istilahnya RECTIFIED. Sebelum dialirkan keluar, besaran listriknya dibatasi hingga kisaran 14.5V. Setelah itu dialirkan keluar menuju aki dan perangkat listrik lainnya seperti lampu, CDI DC, dkk.

    Regulator Honda Tiger (fullwave 1-phase)

    Lah, trus jalur-jalur kabelnya diubah juga dong? Ya pasti lah! Tapi nggak semua. Diubah gimana? Ya ikuti skema kelistrikan milik Honda Tiger …

    Wiring regulator Honda Tiger

    Nah, gambar di atas adalah skema jalur pengisian (charging) di Honda Tiger. Nggak banyak modifikasi kabel kan? :D

    Jadi, pada dasarnya, modifikasi kelistrikan halfwave ke fullwave (1-phase) pada motor adalah sama … bedanya cuma terletak pada alternator dan warna kabel doang :D

    Well, yang punya niat tuk modifikasi kelistrikan motornya, tolong baca artikel ini baik-baik … cetak ke kertas kalo perlu :D karena nanti-nantinya saya cuma posting modifikasi alternatornya doang …

    Wasalam …


    sumber : http://kotsk.wordpress.com/2011/05/03/instalasi-reg-fw-tiger/

    Memasang Relay untuk Headlamp

    Penggunaan bohlam berdaya (watt) besar — lebih besar dibanding bawaan pabrik — membutuhkan suplai listrik yang lebih besar pula. Sayangnya, jalur listrik lampu tersebut (kabel-kabel dan sakelar) belum tentu mampu meng-handle suplai listrik sebesar itu. Jika “dipaksa” kabel dan sakelar bisa panas, rusak, atau bahkan terbakar …

    Solusinya, gunakan relay!

    Penggunaan relay pada headlamp nggak berarti bakal membuat cahaya lampu menjadi lebih terang. Relay hanya sekedar sakelar elektrik, yaitu sakelar yang diaktifkan dengan menggunakan arus listrik atau, tepatnya, relay digunakan untuk men”switch” sirkuit berdaya besar melalui sirkuit berdaya kecil. Sementara terangnya cahaya lampu tergantung pada spesifikasi lampu itu sendiri, dan suplai listriknya.

    Catatan: kalo pengen lebih jelas mengenal relay, silahkan search di internet :D

    Oke, gimana cara instalasi relay pada headlamp?

    Perhatikan gambar di bawah … ini diagram wiring standar pada headlamp … sumber listrik -> sakelar on/off -> sakelar hi/lo -> lampu.

    Abaikan jalur-jalur lain! Kita fokus di jalur kabel yang menuju lampu aja :)

    Selanjutnya potong kabel-kabel yang menuju headlamp. Pada gambar di bawah, tampak jalur lampu terbagi dua: [1] jalur A, kabel yang menuju lampu, dan [2] jalur B, kabel yang menuju sakelar (hi/lo) …

    Siapkan dua buah relay … satu relay 4-kaki dan satu relay 5-kaki. Bisa gunakan relay otomotif/mobil (karena relay ini mampu meng-handle daya listrik yang cukup besar). Jangan lupa soket relay-nya, plus kabel secukupnya dan fuse/sikring 10A atau 20A. Kemudian instalasi seperti diagram di bawah ini:

    Catatan: perhatikan bagaimana instalasi relay antara jalur A dan jalur B :)

    Oia, jangan lupa, gunakan kabel yang lebih tebal untuk jalur listrik besarnya — yaitu antara “aki ke relay” dan “relay ke lampu”.


    sumber: http://kotsk.wordpress.com/2011/05/22/memasang-relay-untuk-headlamp/

    Senin, 08 Agustus 2011

    Belajar HTML Bag. 4 ( Lists )

    Dalam menyusun webpage, sering sekali kita membutuh list, baik itu dengan nomer maupun dengan symbol tertentu. Hal itu dapat saja anda lakukan manual dengan mengetikannya sebagai text, akan tetapi untuk praktik yang baik sebaiknya anda gunakan tag-tag list yang sudah disediakan oleh HTML guna portabilitas antar browser tetap dapat terjaga. Ok, disini kita akan membahas ordered list, unordered list, directory list, menu list. Ok kita mulai,
    Jenis-jenis List
    1.
    Ordered List <ol>
    Adalah list yang memiliki system penomoran dengan menggunakan angka. Untuk membuat ordered list anda dapat menggunakan tag <ol>.
    1.
    Unordered List <ul>
    Adalah list yang tidak memiliki system penomoran, sehingga sebagai gantinya list ini menggunakan symbol-symbol tertentu untuk menandai suatu list. Untuk menggunakannya anda dapat menggunakan tag <ul>.
    1.
    Directory List <dir>
    Adalah list yang memiliki system seperti sebuah direktori. Untuk menggunakannya anda dapat menggunakan tag <dir>.
    1.
    Menu List <menu>
    Menu list adalah list yang memiliki system list yang bersifat debagai menu. Untuk menggunakannya anda dapat menggunakan tag <menu>
    Code :
    <html>
    <head>
    <title> Kebangsaan Tutorial </title>
    </head>
    <body>
    <ol>Ordered List
    <li>satu</li>
    <li>dua</li>
    <li>tiga</li>
    </ol>
    <ul>Unordered List
    <li>one</li>
    <li>two</li>
    <li>three</li>
    </ul>
    <dir>Directory List
    <li>siji</li>
    <li>loro</li>
    <li>telu</li>
    </dir>
    <menu>Menu List
    <li>pecel lele</li>
    <li>sambel trasi</li>
    <li>tiwul goreng</li>
    </menu>
    </body>
    </html>
    Hasil :
    Komponen List
    1.
    List item<li>
    Tag ini digunakan untuk membuat item dalam sebuah list.
    1.
    Definition List <dl>
    Tag ini digunakan untuk membuat sebuah definisi dari sebuah list.
    1.
    Definition Term <dt>
    Tag ini digunakan untuk membuat sebuah definisi dari sebuah term.
    1.
    Definition Description <dd>
    Tag ini digunakan untuk membuat sebuah definisi dari sebuah deskripsi.
    Untuk lebih memahami penggunaanya, mari kita lihat kode dibawah ini :
    Code :
    <html>
    <head>
    <title> Kebangsaan Tutorial </title>
    </head>
    <body>
    <dl>Makanan Favorit
    <dt>Suweg</dt>
    <dd>- Merupakan makanan yang paling saya sukai</dd>
    <dt>Kluwih</dt>
    <dd>- Sayuran paling favorit</dd>
    </dl>
    </body>
    </html>

    Hasil :

    yang lainnya:

    Belajar HTML Bag.1 ( Mengenal HTML ), Belajar HTML Bag. 2 ( Basic HTML ),
    Belajar HTML Bag. 3 ( Text & Font Formatting ), Belajar HTML Bag. 4 ( Lists )